BERANDA
  • Berita
  • Pengumuman
  • Kolom Peneliti
  • Siaran Pers

05 Jun 2018

Ini Sebab Hasil Penelitian Tak Diminati

Sebagai lembaga penelitian, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menghadapi tantangan pemanfaatan hasil riset oleh masyarakat. “Ada tiga penyebab hasil penelitian tak diminati masyarakat. Pertama, hasilnya tidak sesuai keinginan. Kedua, hasilnya sudah sesuai tapi perlu proses berkelanjutan, dan ketiga karena kualitas penelitiannya yang memang… Selengkapnya..
Keluarga Teroris Juga Harus Dibina
17 Mei 2018

Keluarga Teroris Juga Harus Dibina

Cahyo Pamungkas/RMOL RMOL. Gagasan radikalisme seringkali terjadi melalui keluarga teroris. Begitu dikatakan peneliti Pusat Penelitian Sumber Daya Regional (PSDR) LIPI, Cahyo Pamungkas di ruang seminar P2KK LIPI, Gedung Widya Graha, Jakarta Selatan, Kamis (17/5).Hal itu disampaikannya menyoroti pelaku terduga teroris di bom di tiga gereja di… Selengkapnya..
Peneliti: intoleransi lahan subur bagi terorisme
17 Mei 2018

Peneliti: intoleransi lahan subur bagi terorisme

Warga membubuhkan tanda tangan dan pesan di Deklarasi Jogja Damai Tolak Intoleransi di Kantor Kepatihan, DI Yogyakarta, Rabu (14/2/2018). (ANTARA /Hendra Nurdiyansyah) Terorisme berakar pada radikalisme. Radikalisme berakar pada intoleransi, baik di dunia nyata maupun media sosial... Jakarta (ANTARA News) - Intoleransi keagamaan merupakan lahan… Selengkapnya..
Koordinator Penelitian Intoleransi dan Radikalisme Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Cahyo Pamungkas. (Suara.com/Arga)
17 Mei 2018

Lawan Radikalisme Tak Cukup Katakan Islam itu Agama Damai

Koordinator Penelitian Intoleransi dan Radikalisme Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Cahyo Pamungkas. (Suara.com/Arga) Suara.com - Koordinator Penelitian Intoleransi dan Radikalisme Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Cahyo Pamungkas mengatakatan untuk melawan tindak radikal para teroris tidak cukup dengan melakukan counter narasi di… Selengkapnya..
Ilustrasi penangkapan teroris.
17 Mei 2018

LIPI: Intoleransi Keagamaan Lahan Subur Terorisme

Ilustrasi penangkapan teroris. Foto: Antara/Muhammad Iqbal Radikalisme berakar pada intoleransi baik di dunia nyata maupun media sosial. REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Koordinator Tim Riset Program Prioritas Nasional Membangun Narasi Positif Kebangsaan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Cahyo Pamungkas mengatakan intoleransi keagamaan… Selengkapnya..
Mantan napi teroris: terorisme bukan produk instan
17 Mei 2018

Mantan napi teroris: terorisme bukan produk instan

Mantan instruktur bom dan anggota Jama'ah Islamiyah (JI) Ustad Ali Fauzi (ANTARA FOTO/Septianda Perdana) Jakarta (ANTARA News) - Mantan narapidana teroris yang menjadi praktisi deradikalisasi Ali Fauzi Manzi mengatakan terorisme bukan sebuah produk instan yang lahir dari sebuah keputusan tunggal melainkan hasil dari proses panjang."Bukan sim… Selengkapnya..
06 Februari 2018

WNPG XI Soroti Percepatan Penurunan Angka Stunting untuk SDM Indonesia yang Berkualitas

Jakarta, Humas LIPI. Indonesia harus memiliki kemampuan sumber daya manusia (SDM) yang berdaya saing tinggi agar mampu bersaing di era kemajuan komunikasi dan teknologi. Untuk mencapai kemampuan tersebut, negeri ini masih harus menyelesaikan persoalan stunting untuk meningkatkan kualitas SDM Indonesia. Persoalan stunting pun menjadi sorotan utama… Selengkapnya..

04 Februari 2018

PENGUMUMAN TENTANG PENGUSULAN KEIKUTSERTAAN SEMINAR INTERNASIONAL TAHUN 2018

Nomor : B-860/IPSK/KS.01/I/2018 Lamp. : - Hal. : Surat Edaran SI Yth. Satuan Kerja di Lingkungan IPSK LIPI di tempat SURAT EDARAN tentang Pengusulan Keikutsertaan Seminar Internasional Sehubungan dengan kegiatan keikutsertaan Seminar Internasional yang masih berlanjut pada tahun 2018 maka Kedeputian Bidang IPSK-LIPI memberikan kesempatan kepada… Selengkapnya..
08 Januari 2018

Call for Papers Conference on Religious Authority in Indonesian Islam: Contestation, Pluralization, and New Actors.

Call for Papers Conference on Religious Authority in Indonesian Islam: Contestation, Pluralization, and New Actors ISEAS – Yusof Ishak Institute Singapore, 3-4 July 2018 For more details: https://www.iseas.edu.sg/events/upcoming-events/item/6838-call-for-papers-religious-authority-in-indonesian-islam-contestation-pluralization-and-new-actors… Selengkapnya..
05 Oktober 2017

Call for Papers ICWG LIPI 2018

The Indonesian Institute of Sciences (LIPI)Ministry of Women Empowerment and Children Protection RI (KPPA RI)Asian Association of Women’s Studies (AAWS) National Commission on Violence Against Women (KOMNAS PEREMPUAN) CALL FOR PAPERS INTERNATIONAL CONFERENCE AND WORKSHOP ON GENDER“WOMEN’s LEADERSHIP AND DEMOCRATISATION IN THE 21st CENTURY ASIA”… Selengkapnya..
07 Juli 2017

Dialog Kebangsaan Ke-2 "Pendidikan Memperkuat Kebangsaan"

Kedeputian Bidang Ilmu Pengetahuan Sosial dan Kemanusiaan, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) melalui Pusat Penelitian Kependudukan akan menyelenggarakan kegiatan Dialog Kebangsaan Ke-2 "Pendidikan Memperkuat Kebangsaan" yang akan diselenggarakan pada: Hari, Tanggal: Selasa, 11 Juli 2017Waktu: 09.00 - 12.30 WIBTempat: Auditorium LIPI Lantai… Selengkapnya..
23 Februari 2017

PENGUMUMAN TENTANG PENGUSULAN KEIKUTSERTAAN SEMINAR INTERNASIONAL TAHUN 2017.

Nomor : B-753/IPSK/IF.07/I/2017 Lamp. : - Yth. Satuan Kerja di Lingkungan IPSK LIPI di tempat SURAT EDARAN tentang Pengusulan Keikutsertaan Seminar Internasional Sehubungan dengan kegiatan keikutsertaan Seminar Internasional yang masih berlanjut pada tahun 2017 maka Kedeputian Bidang IPSK-LIPI memberikan kesempatan kepada para peneliti dan non… Selengkapnya..

Default Image
23 Maret 2018

Makanan di bawah naungan Hukum Agama

Makanan khas terkait erat denga etnis, daerah, budaya, dan agama. Hal paling penting, makanan terkait erat dengan agama. Makanan mengandung aspek budaya. Pilihan bahan-bahan makanan atau proses ritual yang dijalankan oleh kelompok agama. Kadang kala, hidangan diolah untuk menghindari tabu atau larangan. Setiap komunitas punya budaya makanan khas.… Selengkapnya..
Default Image
16 Januari 2018

Tiongkok Yang Adaptif: Politik Komunis, Ekonomi Kapitalis

Tiongkok adalah sebuah negara besar. Dan ini penting untuk diingat kembali. Negeri ini memiliki peradaban tinggi, agung, dan berumur ribuan tahun. Berbeda dengan Mesir Kuno yang punah dan Romawi yang runtuh, peradaban Tiongkok masih eksis, berdiri, dan berlanjut hingga sekarang ini. Pengaruh peradaban Tiongkok dapat kita lihat dan amati di… Selengkapnya..
Default Image
20 November 2017

Warisan Kultural Tionghoa : Hidangan Lezat, dari Mi, Kue, hingga Es

Masyarakat Tionghoa memperkenalkan beragam masakan, hidangan dan kiat-kiat pengawetan makanan. Hal itu wajar jika diingat kembali pada masa silam, masa lampau, awal abad ke-20. Bahwa, hampir di setiap kota di Nusantara, restoran dikelola oleh orang Tionghoa. Kuasi-monopoli itu hanya disisipi sedikit oleh rangkaian restoran Padang, yang sejak… Selengkapnya..
Default Image
17 November 2017

Universitas Pusat Pencetak Wirausaha

Permasalahan pengangguran masih menghantui negeri ini. Sampai saat ini salah satu isntitusi yang menyumbang pengangguran adalah universitas khususnya pengangguran terdidik. Disisi lain tantangan-tantangan ke depan semakin ketat karena adanya perubahan teknologi informasi yang melanda dunia. Disamping itu tantangan yang lebih nyata adalah… Selengkapnya..
Resensi Buku Triyono
07 November 2017

Resensi Buku “Kiat Mengelola Mogok Kerja dan Demo”

Judul Buku : Kiat Mengelola Mogok Kerja dan Demo Penulis : Saifuddin Bachrun, Naufal Mahfudz Ismail Penerbit : Penerbit PPM Terbit : cetakan ke -1, 2012 Tebal : x + 146, 24 cm ISBN : 979-442-368-8 Permasalahan hubungan industril yang masih menjadi masalah kronis adalah mogok kerja dan demo buruh. Oleh karena itu diperlukan berbagai kiat untuk… Selengkapnya..
Default Image
03 November 2017

Pemuda Sebagai Lokomotif Perubahan Bangsa

Tanggal 28 Oktober selalu diperingati sebagai hari sumpah pemuda. Peringatan sumpah pemuda mengingatkan kembali rasa kebersamaan sebagai anak bangsa. Pemuda sebagai harapan bangsa harus memiliki dedikasi dan semangat untuk membangun negeri. Membangun negeri salah satunya lewat peningkatan kapasitas kompetensi dalam menghadapi persaingan di dunia… Selengkapnya..
20161116 Ketenagakerjaan02
02 November 2017

Kelapa Sawit dan Kesejahteraan

Kelapa sawit merupakan salah satu tanaman unggulan pemerintah. Salah satu daerah yang memiliki wilayah yang cukup luas adalah Provinsi Sumatera Selatan. Kemudian bagaimana dengan capaian kesejahteraan di tingkat pekerja sawit. Untuk mengetahui hal tersebut maka tim Sumber Daya Manusia Ketenagakerjaan melakukan penelitian dengan judul “Mobilitas… Selengkapnya..

29 Desember 2017

LIPI Kukuhkan Profesor Riset Baru dan Anugerahkan Profesor Riset Kehormatan

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengukuhkan tiga Profesor Riset baru dan memberikan satu gelar Profesor Riset Kehormatan. Ketiga ilmuwan yang dikukuhkan ini dari berbagai bidang keilmuan yang berbeda. Ketiganya adalah Dr. Ir. Florentinus Firdiyono dari bidang metalurgi ekstraksi, Dr. Lili Romli, M.Si. dari bidang politik dan pemerintahan… Selengkapnya..
02 Juli 2017

Kepala LIPI Wafat

Rasa duka mendalam menyelimuti segenap sivitas Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) pada Minggu (2/7). Kepala LIPI, Iskandar Zulkarnain wafat. Sang Kepala LIPI akhirnya dipanggil oleh Allah SWT dalam usia 58 tahun pada pukul 16.00 WIB di rumah sakit Metropolitan Medical Center (MMC), Kuningan, Jakarta Selatan. Jakarta, 2 Juli 2017. Kabar duka… Selengkapnya..
03 Mei 2017

LIPI Paparkan Hasil Riset dan Analisis Pilkada Jakarta 2017

Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jakarta 2017 telah menjadi perbicangan hangat publik yang luas belakangan ini. Ajang untuk memilih gubernur dan wakilnya ini dinilai berpengaruh luas bagi dinamika politik nasional. Meskipun Pilkada bisa dikatakan relatif lancar, namun beragam isu dan persoalan telah mewarnai sepanjang penyelenggaraannya. Dari… Selengkapnya..
27 April 2017

SDM Handal dalam Pemanfaatan Sains Kunci Keberhasilan Ekonomi Indonesia

Upaya untuk meningkatkan perekonomian Indonesia yang berlandaskan keadilan dan kemakmuran bangsa terus dilakukan pemerintah saat ini. Salah satu kunci penting dalam mewujudkan hal tersebut adalah keberadaan sumber daya manusia (SDM) yang handal dalam pemanfaatan sains untuk keberhasilan ekonomi Indonesia. Kemudian, SDM yang handal ini juga… Selengkapnya..
26 Januari 2017

LIPI Tegaskan Sikap Netral pada Pilkada Serentak 2017

Tahun ini, Indonesia akan menyelenggarakan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) secara serentak pada 15 Februari 2017 di 101 daerah seluruh Indonesia. Mengutip laman Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Pilkada serentak ini akan diikuti sekitar 338 Pasangan Calon. Pilkada ini merupakan penyelenggaraan kali kedua setelah diadakan pertama kali pada 2015.… Selengkapnya..
Pin It
Konflik Qatar dengan Arab Saudi berserta beberapa negara kawasan Arab lainnya belakangan ini memang tengah memanas. Kondisi ini sebenarnya telah diprediksi oleh Tim Agama dan Politik dari Pusat Penelitian Politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) berdasarkan hasil penelitian pada 2016. Konflik dan krisis diplomatik terhadap Qatar pada dasarnya terjadi akibat pemerintah Qatar tidak membuat kebijakan baru untuk menormalisasikan hubungan Qatar dengan negara-negara di sekitarnya. Hasil kajian penelitian lengkap dari Tim Agama dan Politik tersebut tersaji dalam kegiatan Media Briefing “Hasil Penelitian LIPI tentang Qatar dan Krisis Diplomatik Terkini di Timur Tengah”.
 
Jakarta, 19 Juni 2017. Dalam menyikapi konflik Qatar dan krisis diplomatik di Timur Tengah, Indonesia perlu membuat langkah-langkah strategis yang tidak beresiko secara nasional dan juga tidak memperkeruh ketegangan politik di Timur Tengah.
 
Hasil kajian penelitian dari Pusat Penelitian Politik LIPI pun memberikan masukan kebijakan bagi sikap pemerintah Indonesia dalam konflik Qatar dan Timur Tengah ini. Pertama, pemerintah Indonesia hendaknya tidak mengambil sikap politik luar negeri yang terlalu hitam-putih, tidak berpihak terhadap salah satu kubu, serta mendorong upaya untuk merajut kembali kawat diplomatik yang terputus antara Qatar dengan negara sekitarnya.
 
Kemudian kedua, pemerintah Indonesia bisa menawarkan diri sebagai fasilitator perdamaian, bukan mediator. Secara rasional, sebagai middle power, Indonesia belum memiliki diplomatic pressure yang kuat terhadap negara-negara yang bersitegang, sehingga peran sebagai mediator kurang efektif. Tetapi sebagai negara dengan jumlah Muslim terbesar dunia, Indonesia berpotensi kuat sebagai fasilitator yang menyediakan tempat dialog perdamaian antara Qatar dan negara-negara yang bersitegang.
 
Dan ketiga, negara super power seperti Amerika Serikat, Rusia dan Tiongkok atau organisasi internasional, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), memiliki potensi kuat menjadi mediator yang efektif dalam ketegangan diplomatik tersebut. Diharapkan negara-negara tersebut lebih netral dalam menyikapi ketegangan politik di Timur Tengah.
 
Hasil kajian konflik Qatar menunjukkan pula bahwa akar permasalahan konflik ini dimulai ketika naiknya Syeikh Hamad bin Khalifa Al Thani sebagai Emir Qatar pada 1995 setelah mengkudeta kekuasaan ayahnya, Syeikh Khalifa bin Hamad Al Thani. Waktu itu, Arab Saudi melakukan intervensi politik untuk mempertahankan Syeikh Khalifa. Sikap Saudi ini didukung oleh mayoritas negara-negara Arab. Meskipun tidak mendapatkan pengakuan diplomatik di awal kekuasaannya, Syeikh Hamad tetap melakukan manuver politik dan ekonomi sebagai Emir Qatar. Bila menilik manuver-manuver ini, bisa diulas sebagai berikut:
 

Dalam bidang politik :

  1. Politik ‘honest broker’ membuat posisi Qatar sangat unik serta tak lazim bagi negara-negara teluk. Politik mediasi ini melangkahi dominasi Arab Saudi di kawasan itu. Qatar selalu hadir sebagai negara mediator dalam konflik intra-national atau antar negara seperti di Libanon (Doha Accord 2008), Sudan, Yaman (Houti), Libya, Mesir, Palestina (Hamas-Fatah), Djibouti hingga Eritrea, bahkan ikut memediasi pertemuan pemimpin Taliban dan Amerika Serikat.
  2. Meski demikian, Qatar juga melakukan standar ganda dengan merangkul Arab Saudi dalam menyelesaikan konflik, terutama dalam bentuk aksi militer yang lebih luas, seperti mempersenjatai kelompok oposisi di Libya, penyerangan Houti di Yaman dan penyerangan ISIS di Suriah.
  3. Qatar memiliki kebijakan yang berbeda dengan negara sekitar, terutama Arab Saudi, berkaitan dengan keberpihakannya terhadap Ikhwanul Muslimin (IM), Hamas dan kelompok-kelompok oposisi pemerintah (pro-demokrasi). Qatar juga sering memberikan bantuan dalam bidang militer dan kemanusiaan (Filantropi). Dimana mayoritas negara-negara Arab telah mengelompokkan organisasi-organisasi tersebut, terutama IM dan Hamas sebagai organisasi radikal yang mengancam stabilitas dan keamanan kawasan.
  4. Pada masa pemerintahan Syeikh Hamad, Qatar melalui kantor berita Aljazeera, melakukan “politik intervensionis” yang terkenal dengan “Aljazeera Effect”. Dimana Aljazeera sangat tajam dalam meliput dan mengritik ketimpangan ekonomi, pengangguran, praktik-praktik non-demokratis, dan framing media yang tidak pro terhadap pemerintah negara-negara Arab. Namun Aljazeera tumpul terhadap berita-berita dalam negeri Qatar. Aljazeera juga menjadi media utama yang ikut memasifkan gerakan Arab Spring di Timur Tengah yang berakibat pada Regime change di sejumlah negara.

 
Dalam bidang ekonomi :

  1. Qatar menjadi negara abnormal dengan pertumbuhan ekonomi yang sangat cepat dibandingkan negara sekitarnya, setelah negara itu melakukan mega investasi di bidang LNG (gas alam cair).
  2. Qatar melakukan investasi yang begitu besar melalui Qatar Foundation di berbagai lini ekonomi, sosial dan pendidikan.
  3. Qatar merupakan negara satu-satunya di Timur Tengah yang memiliki Gross Domestic Bruto (GDP) tertinggi di dunia ($ 93.990) dengan angka pengangguran mendekati 0%. Kemakmuran ekonomi ini sangat mendukung kebijakan luar negeri Qatar yang ofensif di kawasan Timur Tengah.

 

Manuver dari Qatar di bawah Syeikh Hamad tersebut, dianggap telah melampaui norma-norma dan tata nilai regional (unified destiny) yang telah dibangun Saudi di wilayah Teluk (negara-negara GCC), sehingga negara-negara di kawasan “gerah”. Blokade diplomatik yang terjadi saat ini bukanlah hal yang mengejutkan. Kejadian serupa pernah terjadi pada tahun 2002, ketika Saudi menarik Duta Besarnya dari Doha. Pada tahun 2014, Arab Saudi bersama Bahrain dan Uni Emirat Arab (UEA) juga menarik Duta Besarnya dari Doha.
 

Keterangan Lebih Lanjut:
- Nostalgiawan Wahyudhi (Peneliti Pusat Penelitian Politik LIPI)
- Isrard (Kepala Bagian Humas, Biro Kerja Sama, Hukum dan Humas LIPI)

 
Sumber : Biro Kerja Sama, Hukum, dan Humas LIPI

Sivitas Terkait : Nostalgiawan Wahyudhi S.IP., M.A.

Sosok

Dr. Tri Nuke Pudjiastuti, MA

tri nuke
Dr. Tri Nuke Pudjiastuti, MA menjadi Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Sosial dan Kemanusiaan (IPSK) sejak tahun 2015. Ia lahir di Salatiga, 1 Februari 1963. Nuke (panggilan akrabnya, red) menyelesaikan pendidikan Master of Arts (MA) bidang…

Galeri Video

Sembunyikan
Tampilkan

Galeri Foto

banner p2kk

banner p2p

banner p2e

banner p2k

banner p2sdr

banner kegiatankedeputian

Kontak Kami

 

 

Alamat

LIPI Pusat
Sasana Widya Sarwono (SWS)
Jl. Jend. Gatot Subroto 10, Jakarta 12710

 

 

Telepon

+62 21 522 5711      Ext: 1299 & 1292

 

 

Email

Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.