BERANDA
  • Berita
  • Pengumuman
  • Kolom Peneliti
  • Siaran Pers

Default Image
11 Maret 2019

PENGUMUMAN TENTANG PENGUSULAN KEIKUTSERTAAN SEMINAR INTERNASIONAL TAHUN 2019

Nomor : B-2474/IPSK/IF.07/I/2019 Lamp. : 1 (satu) eksemplar Yth. Kepala Satuan Kerja di Lingkungan IPSK LIPI di Tempat SURAT EDARAN tentang Pengusulan Keikutsertaan Seminar Internasional Sehubungan dengan kegiatan keikutsertaan Seminar Internasional yang masih berlanjut pada tahun 2019 maka Kedeputian Bidang IPSK-LIPI memberikan kesempatan kepada… Selengkapnya..
urban 1
23 Januari 2019

IPSK LIPI Berpartisipasi dalam Seminar Internasional 6th Urban Social Forum: Another City is Possible

Urban Social Forum (USF) merupakan acara tahunan yang menyediakan ruang terbuka dan inklusif untuk bertukar pengalaman, debat ide, dan berjejaring bagi anggota organisasi kemasyarakatan, pekerja sosial, maupun akademisi, institusi dan mahasiswa penggiat isu-isu perkotaan di Indonesia. Pada 6th USF tanggal 15-16 Desember 2018, bertempat di… Selengkapnya..
foto 1
22 Januari 2019

LIPI memiliki Pusat Kajian Perkotaan: Wadah Think Tank bagi Peneliti Muda terkait Isu Perkotaan

Jakarta. Perubahan lingkungan global dan nasional yang begitu cepat dewasa ini turut serta mempengaruhi kehidupan perkotaan di berbagai belahan dunia, termasuk di wilayah perkotaan di Indonesia. Perhatian masyarakat terhadap kota semakin besar. Kota menjadi gantungan nasib bagi sebagian besar penduduk di berbagai belahan dunia. Akibatnya, kota… Selengkapnya..
LIPI kukuhkan tiga profesor riset
18 Desember 2018

LIPI kukuhkan tiga profesor riset

Prosesi pengukuhan profesor riset LIPI Dr. Ir. Zainal Arifin, M. Sc, Dr. Tri Nuke Pudjiastuti, M. A, dan Dr. Didik Widyatmoko, M. Sc. di gedung LIPI Jakarta, Selasa (18/12/2018). Ketiganya merupakan profesor riset ke-510, 511, dan 512 di LIPI, yang memiliki 8.734 peneliti.(ANTARA/Aditya Ramadhan) Jakarta (ANTARA News) - Lembaga Ilmu Pengetahuan… Selengkapnya..
17 Desember 2018

Profesor Riset Diharapkan Pacu Regenerasi Peneliti

Jakarta, Humas LIPI. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengukuhkan tiga Profesor Riset baru. Ketiga peneliti yang dikukuhkan tersebut adalah Eko Tri Sumarnadi Agustinus dari Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI, Andria Agusta dari Pusat Penelitian Biologi LIPI, dan Firman Noor (Pusat Penelitian Politik LIPI). Orasi Pengukuhan Profesor Riset… Selengkapnya..
Peliputan LIPI Springer 6
05 November 2018

Kegiatan LIPI-Springer Book Publishing Forum 2018 di Indonesia Sciences Expo (ISE)

Pada tanggal 1 November diadakan kegiatan LIPI-Springer Book Publishing Forum di Mini Stage ISE 2018 yang berlokasi di ICE BSD. Kegiatan ini merupakan bagian dari sharing session tentang kerjasama Co-Publishing dengan Springer Book Publishing yang merupakan penerbit bereputasi Internasional. Pada pembukaanya Rahmi Lestari, Kepala UPT Balai Media… Selengkapnya..
kompas smk
05 November 2018

Peta Pengembangan Vokasi SMK Belum Jelas

Lemahnya pemetaan potensi lokal merupakan kendala utama perkembangan pendidikan vokasi tingkat sekolah menengah. Tanpa adanya perencanaan yang matang, SMK berisiko menciptakan lebih banyak pengangguran daripada tenaga kerja dengen keterampilan siap pakai. Hal tersebut mengemuka dalam pemaparan peneliti Pusat Penelitian Kependudukan Lembaga Ilmu… Selengkapnya..

11 Maret 2019

PENGUMUMAN TENTANG PENGUSULAN KEIKUTSERTAAN SEMINAR INTERNASIONAL TAHUN 2019

Nomor : B-2474/IPSK/IF.07/I/2019 Lamp. : 1 (satu) eksemplar Yth. Kepala Satuan Kerja di Lingkungan IPSK LIPI di Tempat SURAT EDARAN tentang Pengusulan Keikutsertaan Seminar Internasional Sehubungan dengan kegiatan keikutsertaan Seminar Internasional yang masih berlanjut pada tahun 2019 maka Kedeputian Bidang IPSK-LIPI memberikan kesempatan kepada… Selengkapnya..
04 Februari 2018

PENGUMUMAN TENTANG PENGUSULAN KEIKUTSERTAAN SEMINAR INTERNASIONAL TAHUN 2018

Nomor : B-860/IPSK/KS.01/I/2018 Lamp. : - Hal. : Surat Edaran SI Yth. Satuan Kerja di Lingkungan IPSK LIPI di tempat SURAT EDARAN tentang Pengusulan Keikutsertaan Seminar Internasional Sehubungan dengan kegiatan keikutsertaan Seminar Internasional yang masih berlanjut pada tahun 2018 maka Kedeputian Bidang IPSK-LIPI memberikan kesempatan kepada… Selengkapnya..
08 Januari 2018

Call for Papers Conference on Religious Authority in Indonesian Islam: Contestation, Pluralization, and New Actors.

Call for Papers Conference on Religious Authority in Indonesian Islam: Contestation, Pluralization, and New Actors ISEAS – Yusof Ishak Institute Singapore, 3-4 July 2018 For more details: https://www.iseas.edu.sg/events/upcoming-events/item/6838-call-for-papers-religious-authority-in-indonesian-islam-contestation-pluralization-and-new-actors… Selengkapnya..
05 Oktober 2017

Call for Papers ICWG LIPI 2018

The Indonesian Institute of Sciences (LIPI)Ministry of Women Empowerment and Children Protection RI (KPPA RI)Asian Association of Women’s Studies (AAWS) National Commission on Violence Against Women (KOMNAS PEREMPUAN) CALL FOR PAPERS INTERNATIONAL CONFERENCE AND WORKSHOP ON GENDER“WOMEN’s LEADERSHIP AND DEMOCRATISATION IN THE 21st CENTURY ASIA”… Selengkapnya..
07 Juli 2017

Dialog Kebangsaan Ke-2 "Pendidikan Memperkuat Kebangsaan"

Kedeputian Bidang Ilmu Pengetahuan Sosial dan Kemanusiaan, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) melalui Pusat Penelitian Kependudukan akan menyelenggarakan kegiatan Dialog Kebangsaan Ke-2 "Pendidikan Memperkuat Kebangsaan" yang akan diselenggarakan pada: Hari, Tanggal: Selasa, 11 Juli 2017Waktu: 09.00 - 12.30 WIBTempat: Auditorium LIPI Lantai… Selengkapnya..

Default Image
14 Desember 2018

Review Buku Politik Perencanaan Kependudukan: Indonesia, Singapura, dan Pakistan

Review Buku Politik Perencanaan Kependudukan: Indonesia, Singapura, dan Pakistan Penulis (Sofian Effendi dan Riaz Hasan) Diterbitkan Oleh :Pusat Penelitian Kependudukan UGM Tahun 1986 Jumlah Hlm : 28 Direview Oleh : Tria Anggita Hafsari Peneliti Pusat Penelitian Kependudukan LIPI Dewasa ini, selain memegang peranan penting terkait dengan… Selengkapnya..
Default Image
13 Desember 2018

Tantangan dan Peluang dalam Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat

Pengelolaan Hutan Berbasis Masyarakat (PHBM) merupakan sebuah istilah untuk sebuah konsep pengelolaan hutan yang berdasarkan kepada kondisi lokal, dengan tetap memperhatikan peraturan perundangan yang berlaku. Terdapat berbagai varian skema PHBM seperti Hutan Desa, Hutan Kemasyarakatan, Hutan Tanaman Rakyat dan lain-lain. Meski demikian berbagai… Selengkapnya..
Default Image
12 Desember 2018

Politik Elektoral, Budaya Populer, dan Mobilisasi Massa

Studi budaya populer dalam politik elektoral sedikit sekali dibahas oleh para sarjana, baik dalam dan luar negeri. Selama ini studi politik menekankan kepada survei untuk melihat elektabilitas sebuah calon terkait kemungkinan untuk menang. Studi itu juga kerapkali melihat politik identitas sebagai kecenderungan pemilih di tengah latarbelakang yang… Selengkapnya..
Default Image
12 Desember 2018

Islam Virtual dan Bagaimana Muhammadiyah Bersikap

Pada 27-29 Mei 2018, Pimpinan Pusat Muhamadiyah mengadakan Pengajian Ramadhan 1439 H yang mengangkat tema mengenai “Keadaban Digital : Dakwah Pencerahan Zaman Milenial di dua kota, Yogyakarta dan Jakarta. Dalam pengajian tersebut, saya mengisi satu panel dengan judul Islam Virtual: Corak Keberagamaan dan Litartur Keislaman Masyarakat Milenial… Selengkapnya..
Gambar 1.4 empat Pilar Desa Cerdas
11 Desember 2018

Pengembangan Sustainable Smart Village di Desa Loram Wetan

Pada tahun 2018, Tim Pengembangan Desa Cerdas Pusat Penelitian Politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (P2Politik LIPI) melakukan kerja sama dengan Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapelitbangda) Kabupaten Kudus, Provinsi Jawa Tengah untuk melakukan pengembangan Desa Cerdas dengan konsep pemberdayaan… Selengkapnya..
Gerbang Perbatasan Mong Cai 50
10 Desember 2018

Migrasi Transnational di Kota-Kota Perbatasan di Asia Tenggara Studi Kasus: Perbatasan Vietnam-Tiongkok di Mong Cai

Kota perbatasan merupakan lokasi strategis bagi migrasi transnasional baik barang, manusia, modal, ide, dan informasi, sekaligus sebagai wilayah yang menghubungkan antara dua atau lebih negara yang berbeda. Di samping itu, kota perbatasan juga dapat menjadi lokasi transit bagi migran (baik pengungsi, pedagang, dan pelajar), ataupun menjadi… Selengkapnya..
Partai 1
05 Desember 2018

Riwayat Ringkas Delapan Partai di Tiongkok

Satu fakta kecil namun jarang diketahui publik Indonesia tentang Tiongkok. Tiongkok dalam pandangan dirinya sendiri adalah negara multi partai. Dalam sejarahnya, Partai Komunis Tiongkok (PKT) tidak sendirian membentuk pemerintah pusat dan pemerintahan Republik Rakyat. PKT dan 8 Partai lainnya membentuk Front Persatuan. Dan, front inilah yang… Selengkapnya..

29 Desember 2017

LIPI Kukuhkan Profesor Riset Baru dan Anugerahkan Profesor Riset Kehormatan

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengukuhkan tiga Profesor Riset baru dan memberikan satu gelar Profesor Riset Kehormatan. Ketiga ilmuwan yang dikukuhkan ini dari berbagai bidang keilmuan yang berbeda. Ketiganya adalah Dr. Ir. Florentinus Firdiyono dari bidang metalurgi ekstraksi, Dr. Lili Romli, M.Si. dari bidang politik dan pemerintahan… Selengkapnya..
02 Juli 2017

Kepala LIPI Wafat

Rasa duka mendalam menyelimuti segenap sivitas Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) pada Minggu (2/7). Kepala LIPI, Iskandar Zulkarnain wafat. Sang Kepala LIPI akhirnya dipanggil oleh Allah SWT dalam usia 58 tahun pada pukul 16.00 WIB di rumah sakit Metropolitan Medical Center (MMC), Kuningan, Jakarta Selatan. Jakarta, 2 Juli 2017. Kabar duka… Selengkapnya..
03 Mei 2017

LIPI Paparkan Hasil Riset dan Analisis Pilkada Jakarta 2017

Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jakarta 2017 telah menjadi perbicangan hangat publik yang luas belakangan ini. Ajang untuk memilih gubernur dan wakilnya ini dinilai berpengaruh luas bagi dinamika politik nasional. Meskipun Pilkada bisa dikatakan relatif lancar, namun beragam isu dan persoalan telah mewarnai sepanjang penyelenggaraannya. Dari… Selengkapnya..
27 April 2017

SDM Handal dalam Pemanfaatan Sains Kunci Keberhasilan Ekonomi Indonesia

Upaya untuk meningkatkan perekonomian Indonesia yang berlandaskan keadilan dan kemakmuran bangsa terus dilakukan pemerintah saat ini. Salah satu kunci penting dalam mewujudkan hal tersebut adalah keberadaan sumber daya manusia (SDM) yang handal dalam pemanfaatan sains untuk keberhasilan ekonomi Indonesia. Kemudian, SDM yang handal ini juga… Selengkapnya..
26 Januari 2017

LIPI Tegaskan Sikap Netral pada Pilkada Serentak 2017

Tahun ini, Indonesia akan menyelenggarakan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) secara serentak pada 15 Februari 2017 di 101 daerah seluruh Indonesia. Mengutip laman Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Pilkada serentak ini akan diikuti sekitar 338 Pasangan Calon. Pilkada ini merupakan penyelenggaraan kali kedua setelah diadakan pertama kali pada 2015.… Selengkapnya..
Pin It
Konflik Qatar dengan Arab Saudi berserta beberapa negara kawasan Arab lainnya belakangan ini memang tengah memanas. Kondisi ini sebenarnya telah diprediksi oleh Tim Agama dan Politik dari Pusat Penelitian Politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) berdasarkan hasil penelitian pada 2016. Konflik dan krisis diplomatik terhadap Qatar pada dasarnya terjadi akibat pemerintah Qatar tidak membuat kebijakan baru untuk menormalisasikan hubungan Qatar dengan negara-negara di sekitarnya. Hasil kajian penelitian lengkap dari Tim Agama dan Politik tersebut tersaji dalam kegiatan Media Briefing “Hasil Penelitian LIPI tentang Qatar dan Krisis Diplomatik Terkini di Timur Tengah”.
 
Jakarta, 19 Juni 2017. Dalam menyikapi konflik Qatar dan krisis diplomatik di Timur Tengah, Indonesia perlu membuat langkah-langkah strategis yang tidak beresiko secara nasional dan juga tidak memperkeruh ketegangan politik di Timur Tengah.
 
Hasil kajian penelitian dari Pusat Penelitian Politik LIPI pun memberikan masukan kebijakan bagi sikap pemerintah Indonesia dalam konflik Qatar dan Timur Tengah ini. Pertama, pemerintah Indonesia hendaknya tidak mengambil sikap politik luar negeri yang terlalu hitam-putih, tidak berpihak terhadap salah satu kubu, serta mendorong upaya untuk merajut kembali kawat diplomatik yang terputus antara Qatar dengan negara sekitarnya.
 
Kemudian kedua, pemerintah Indonesia bisa menawarkan diri sebagai fasilitator perdamaian, bukan mediator. Secara rasional, sebagai middle power, Indonesia belum memiliki diplomatic pressure yang kuat terhadap negara-negara yang bersitegang, sehingga peran sebagai mediator kurang efektif. Tetapi sebagai negara dengan jumlah Muslim terbesar dunia, Indonesia berpotensi kuat sebagai fasilitator yang menyediakan tempat dialog perdamaian antara Qatar dan negara-negara yang bersitegang.
 
Dan ketiga, negara super power seperti Amerika Serikat, Rusia dan Tiongkok atau organisasi internasional, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), memiliki potensi kuat menjadi mediator yang efektif dalam ketegangan diplomatik tersebut. Diharapkan negara-negara tersebut lebih netral dalam menyikapi ketegangan politik di Timur Tengah.
 
Hasil kajian konflik Qatar menunjukkan pula bahwa akar permasalahan konflik ini dimulai ketika naiknya Syeikh Hamad bin Khalifa Al Thani sebagai Emir Qatar pada 1995 setelah mengkudeta kekuasaan ayahnya, Syeikh Khalifa bin Hamad Al Thani. Waktu itu, Arab Saudi melakukan intervensi politik untuk mempertahankan Syeikh Khalifa. Sikap Saudi ini didukung oleh mayoritas negara-negara Arab. Meskipun tidak mendapatkan pengakuan diplomatik di awal kekuasaannya, Syeikh Hamad tetap melakukan manuver politik dan ekonomi sebagai Emir Qatar. Bila menilik manuver-manuver ini, bisa diulas sebagai berikut:
 

Dalam bidang politik :

  1. Politik ‘honest broker’ membuat posisi Qatar sangat unik serta tak lazim bagi negara-negara teluk. Politik mediasi ini melangkahi dominasi Arab Saudi di kawasan itu. Qatar selalu hadir sebagai negara mediator dalam konflik intra-national atau antar negara seperti di Libanon (Doha Accord 2008), Sudan, Yaman (Houti), Libya, Mesir, Palestina (Hamas-Fatah), Djibouti hingga Eritrea, bahkan ikut memediasi pertemuan pemimpin Taliban dan Amerika Serikat.
  2. Meski demikian, Qatar juga melakukan standar ganda dengan merangkul Arab Saudi dalam menyelesaikan konflik, terutama dalam bentuk aksi militer yang lebih luas, seperti mempersenjatai kelompok oposisi di Libya, penyerangan Houti di Yaman dan penyerangan ISIS di Suriah.
  3. Qatar memiliki kebijakan yang berbeda dengan negara sekitar, terutama Arab Saudi, berkaitan dengan keberpihakannya terhadap Ikhwanul Muslimin (IM), Hamas dan kelompok-kelompok oposisi pemerintah (pro-demokrasi). Qatar juga sering memberikan bantuan dalam bidang militer dan kemanusiaan (Filantropi). Dimana mayoritas negara-negara Arab telah mengelompokkan organisasi-organisasi tersebut, terutama IM dan Hamas sebagai organisasi radikal yang mengancam stabilitas dan keamanan kawasan.
  4. Pada masa pemerintahan Syeikh Hamad, Qatar melalui kantor berita Aljazeera, melakukan “politik intervensionis” yang terkenal dengan “Aljazeera Effect”. Dimana Aljazeera sangat tajam dalam meliput dan mengritik ketimpangan ekonomi, pengangguran, praktik-praktik non-demokratis, dan framing media yang tidak pro terhadap pemerintah negara-negara Arab. Namun Aljazeera tumpul terhadap berita-berita dalam negeri Qatar. Aljazeera juga menjadi media utama yang ikut memasifkan gerakan Arab Spring di Timur Tengah yang berakibat pada Regime change di sejumlah negara.

 
Dalam bidang ekonomi :

  1. Qatar menjadi negara abnormal dengan pertumbuhan ekonomi yang sangat cepat dibandingkan negara sekitarnya, setelah negara itu melakukan mega investasi di bidang LNG (gas alam cair).
  2. Qatar melakukan investasi yang begitu besar melalui Qatar Foundation di berbagai lini ekonomi, sosial dan pendidikan.
  3. Qatar merupakan negara satu-satunya di Timur Tengah yang memiliki Gross Domestic Bruto (GDP) tertinggi di dunia ($ 93.990) dengan angka pengangguran mendekati 0%. Kemakmuran ekonomi ini sangat mendukung kebijakan luar negeri Qatar yang ofensif di kawasan Timur Tengah.

 

Manuver dari Qatar di bawah Syeikh Hamad tersebut, dianggap telah melampaui norma-norma dan tata nilai regional (unified destiny) yang telah dibangun Saudi di wilayah Teluk (negara-negara GCC), sehingga negara-negara di kawasan “gerah”. Blokade diplomatik yang terjadi saat ini bukanlah hal yang mengejutkan. Kejadian serupa pernah terjadi pada tahun 2002, ketika Saudi menarik Duta Besarnya dari Doha. Pada tahun 2014, Arab Saudi bersama Bahrain dan Uni Emirat Arab (UEA) juga menarik Duta Besarnya dari Doha.
 

Keterangan Lebih Lanjut:
- Nostalgiawan Wahyudhi (Peneliti Pusat Penelitian Politik LIPI)
- Isrard (Kepala Bagian Humas, Biro Kerja Sama, Hukum dan Humas LIPI)

 
Sumber : Biro Kerja Sama, Hukum, dan Humas LIPI

Sivitas Terkait : Nostalgiawan Wahyudhi S.IP., M.A.

Sosok

Dr. Tri Nuke Pudjiastuti, MA

tri nuke
Dr. Tri Nuke Pudjiastuti, MA menjadi Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Sosial dan Kemanusiaan (IPSK) sejak tahun 2015. Ia lahir di Salatiga, 1 Februari 1963. Nuke (panggilan akrabnya, red) menyelesaikan pendidikan Master of Arts (MA) bidang…

Galeri Video

Sembunyikan
Tampilkan

Galeri Foto

banner p2kk

banner p2p

banner p2e

banner p2k

banner p2sdr

banner kegiatankedeputian

Kontak Kami

 

 

Alamat

LIPI Pusat
Sasana Widya Sarwono (SWS)
Jl. Jend. Gatot Subroto 10, Jakarta 12710

 

 

Telepon

+62 21 522 5711      Ext: 1299 & 1292

 

 

Email

Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.